Minggu, 30 September 2012

Sejarah Nabi Muhammad S.A.W.



    Muhammad lahir pada hari Senin tanggal 12 Rabiul Awal tahun Gajah. Atau sama dengan tanggal 20 April 571 Masehi. Ibunya bernama Siti Aminah dan ayahnya bernama Abdullah. Adapun kakeknya bernama Abdul Muthalib. Dialah yang memberi nama bayi itu dengan nama Muhammad. Muhammad lahir dengan keadaan yatim sebab ayahnya telah meninggal dunia ketika dalam kandungan ibunya. Setelah lahir, Muhammad diasuh dan disusui oleh wanita suku Baduwi bernama Halimatus Sa’diyah. Muhammad diasuh sampai usia 4 tahun. Sesudah itu, beliau diasuh sendiri oleh ibunya, Siti Aminah.

    Pada waktu diasuh oleh Halimatus Sa’diyah,Ketika menjelang usia 4 tahun, saat sedang bermain-main dengan anak-anak Halimatus Sa’diyah ada peristiwa aneh yang menimpa Muhammad. Dua orang berpakaian putih menangkapnya. Lalu, dada Muhammad dibedah, dibuangnya sifat-sifat yang tidak baik, dan digantinya dengan sifat-sifat yang baik. Yang berbaju putih itu adalah Malaikat yang diutus oleh Allah untuk menyucikan jiwa Muhammad sebagai tanda akan menjadi rasul-Nya.

                Setelah itu, Muhammad diasuh ibunya sendiri sampai umur 6 tahun. Pada usia itu Muhammad diajak ibunya ke Madinah untuk berziarah ke makam ayahnya.  Dalam perjalanan pulang, Siti Aminah jatuh sakit dan meninggal dunia. Siti Aminah dimakamkan di Abwa, sebuah dusun yang terletak antara Kota Mekah dan Madinah. Sejak itulah Muhammad menjadi yatim piatu. Lalu diasuh kakeknya yang bernama Abdul Muthalib hanya sampai usia 8 tahun karena kakeknya meninggal dunia.

                Setelah kakeknya meninggal dunia, Muhammad diasuh dan dibesarkan oleh pamannya yang bernama Abu Thalib. Ketika berusia 12 tahun, sang paman mengajaknya berdagang ke negeri Syiria. Ditengah perjalanan, mereka berjumpa dengan seorang pendeta Nasrani bernama Bukhaira. Pendeta itu melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad. Lalu pendeta tersebut menasihati Abu Thalib agar segera membawa pulang kemenakannya itu. Ia mengkhawatirkan jika Muhammad ditemukan orang Yahudi pasti akan ditipu atau dibunuh.

                Ketika berusia 14 tahun, Muhammad ikut dalam peperangan Fijar, yaitu perang karena adanya pelanggaran terhadap kesucian. Tampak benar keberanian Muhammad dalam peperangan itu. Beliau membantu memberikan anak panah pada busur panahnya. Peperangan itu terjadi antara suku Quraisy dan suku Qais. Penyebabnya adalah mempersoalkan tentang keturunan dan kebangsawan.

Setelah berusia 25 tahun, Muhammad mendapat kepercayaan dari Khadijah, seorang janda kaya raya untuk menjalankan barang dagangannya ke negeri Syiria. Keberangkatan itu disertai Maisarah, bujang Khadijah. Karena kejujuran, Kehalusan tutur katanya, keramahannya dan keluhuran budi Muhammad  dalam berdagang, maka Khadijah sangat mempercayainya dan menyebabkan ia punya daya tarik sehingga barang dagangannya cepat habis dan mendapat banyak untung.

Khadijah tertarik dengan kejujuran keluhuran budi serta kepandaiannya berdagang. Oleh karena itu, timbullah niat yang baik dan penuh hormat untuk meminang Muhammad. Kepada pamannya, Abu Thalib. Atas persetujuan keluarganya, melamar Muhammad sebagai suaminya. Dengan persetujuan dan restu Abu Thalib, maka Muhammad menerima lamaran Khadijah. 

Maka dilangsungkanlah pernikahan Muhammad yang ketika itu berusia 25 tahun dengan Khadijah yang berusia 40 tahun. Dengan disaksikan oleh bangsawan Quraisy, berlangsunglah pernikahan itu sederhana sekali.  Dari pernikahan itu mereka memperoleh keturunan tujuh orang anak, yaitu tiga putra dan empat putri. Mereka itu adalah Qasim, Abdullah, Ibrahim, Zaenab, Ruqaiyah, Ummi Kalsum, dan Fatimah. Sejak menikah dengan Khadijah, Muhammad mulai mempunyai modal berdakwah. Dengan hartanya beliau menolong orang yang lemah. Namanya semakin harum dan kepercayaan masyarakat semakin kuat. 

Sejak masa kanak-kanak sampai dewasa, hingga diangkat menjadi rasul, Muhammad terkenal kejujurannya dan mempunyai akhlak yang mulia. Kejujurannya dalam bertutur kata dan bertingkah laku menjadikan Muhammad diberi gelar Al-Amin, artinya yang dapat dipercaya. Pada waktu Ka’bah diperbaiki, peranan Muhammad sangat besar, yaitu mampu meredam perselisihan di antara kaum Quraisy yang berhubungan dengan siapa yang meletakkan Hajar Aswad pertama kali. Dengan bijaksana Muhammad melakukan musyawarah dengan kaum yang berselisihan itu. Setiap pemimpin diajak untuk meletakkan batu yang mulia itu secara bersamaan.

Karena melihat keadaan masyarakat yang rusak, beliau sering berkhalwat untuk memohon petunjuk bagi Allah swt. Dari seringnya melakukan tafakur ini, akhirnya pada usia 40 tahun Muhammad menerima wahyu dari Allah swt pada hari senin 17 Ramadhan 41 tahun Gajah, atau tanggal 16 Februari 610 Masehi di Gua Hira. Datanglah malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu pada Nabi Muhammad, yaitu surat Al-Alaq ayat 1-5, yang merupakan wahyu pertama. Hal itu sekaligus sebagai tanda pengangkatan dan penobatan Muhammad sebagai Rasul Allah kepada seluruh umat manusia sampai akhir zaman.

Muhammad menegemban tugas yang sangat berat. Sejak menerima wahyu pertama beliau mulai menyampaikan ajaran islam kepada kaumnya. Untuk itu beliau harus mengalami berbagai tantangan dan rintangan hebat terutama dari kaum musyrik Quraisy. Mereka terang-terangan menolak kehadiran Muhammad yang membawa ajaran islam. Kurang lebih 10 tahun beliau menyiarkan islam di Mekah namun hasilnya belum memuaskan. Pengikutnya masih sedikit. Sedangkan para pemimpin Quraisy semakin membenci, memusuhi, dan menentangnya. Apalagi setelah istri dan paman beliau wafat. Beliau merasa kehilangan perlindungan terhadap tekanan-tekanan kaum Quraisy.

Oleh karena itu, Allah meng-isra‘ mi’raj-kan Nabi pada tanggal 27 Rajab 1 tahun sebelum beliau hijrah ke Madinah atau tahun 621 Masehi. Dalam peristiwa Isra’Mi’raj ini beliau menerima perintah Allah yang berupa shalat lima waktu yang akhirnya menjadi kewajiban bagi seluruh umat manusia. Pada tahun 10 H, beliau bersama 114.000 kaum muslimin menunaikan rukun Islam yang kelima yaitu haji di Mekah. Ketika di Padang Arafah Nabi berkhotbah tentang pokok-pokok ajaran Islam dan menyerukan agar setiap muslim senantiasa menghormati hak asasi manusia. Di Padang Arafah itu pula beliau menerima wahyu dari Allah yang berisi tentang kebenaran agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Dengan turunnya wahyu tersebut, sebagai pertanda selesai sudah tugas Nabi Muhammad untuk menyampaikan ajaran agama Islam pada umat manusia. Dua bulan setelah itu maka beliau wafat, tepatnya pada tanggal 12 Rabiul Awal tahun 11 H atau tanggal 8 Juni 632 M, dalam usia 63 tahun.

Reaksi:

0 Komentar:

Poskan Komentar

 
Blogger Wordpress Gadgets